Tetiba terngiang-ngiang lagu yang baru diputer di mobil dari Spotify. Ini lagu yang sering dinyanyiin bareng jaman masih kuliah sama temen-temen termasuk mas bojo ketika masih belum pacalan, tapi sering barengan gegara HMJ. Time flies..

Source : Google

You And Me
What day is it? And in what month?
This clock never seemed so alive
I can't keep up and I can't back down
I've been losing so much time
'Cause it's you and me and all of the people with nothing to do
Nothing to lose
And it's you and me and all of the people
And I don't know why, I can't keep my eyes off of you
All of the things that I want to say just aren't coming out right
I'm tripping on words
You've got my head spinning
I don't know where to go from here
'Cause it's you and me and all of the people with nothing to do
Nothing to prove
And it's you and me and all of the people
And I don't know why, I can't keep my eyes off of you
There's something about you now
I can't quite figure out
Everything she does is beautiful
Everything she does is right
'Cause it's you and me and all of the people with nothing to do
Nothing to lose
And it's you and me and all of the people
And I don't know why, I can't keep my eyes off of you
And me and all of the people with nothing to do
Nothing to prove
And it's you and me and all of the people
And I don't know why, I can't keep my eyes off of you
What day is it? And in what month?
This clock never seemed so alive
Berhubung besok mainan mobil-mobilan Polinya udah habis masa sewanya dan mengingat anak kicik lagi sakit cranky, akhirnya malem ini nyari sepeda roda tiga buat gantiin si Poli.

Tadaaa, his first bicycle!


Anakmu Bukan Milikmu (Kahlil Gibran)

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.


Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu,
tetapi bukanlah milikmu.


Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikirannya sendiri.


Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.


Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.


Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.


Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.


Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.

(dikutip dari hannyhart.blogspot.com/2012/05/anakmu-bukan-milikmu-kahlil-gibran.html?m=1)
Ada ngga diantara kalian yang pernah ngeship-in artis atau public figure lainnya? Mungkin terdengat alay dan "apaan sihh??". Namun hal itu nyata adanya. Adanya shipper memunculkan fans war garis keras dan stalker kelas berat.

Aku dulu pernah mengalami jadi shipper. Rasanya kayak ga masuk akal dan omong kosong, tapi ya karena emang suka dengan mereka, jadilah ngeship dengan suka rela, hahahaha.

Dulu ngeship dengan Hamish dan Nadine gegara liat chemistry mereka di MTMA (MTMA jaman dulu tapi, bukan jaman sekarang yaaa 😅). Ditambah dengan gosip2 di luar sana, trus sampe akhirnya sempet jadian, dan putus dan punya pacar masing-masing serta sekarang udah nikah sendiri-sendiri, itu up and down banget lah buat para shipper. Sejak itu aku malas ngeship couple2 bentukan film atau acara TV.

Namun sekarang muncul lagi nih penyakitnya. Gegara waktu hamil sempet bed rest 2 minggu ngga ngapa-ngapain samsek, trus iseng liat running man, kemudian muncullah rasa seneng liat the commander dan ace. Trus googling ada komunitas shipper mereka yang namanya Spartace, kemudian mulailah intens liatin postingan mereka. Disitulah kelakuan shipper dimulai, hahaha.

Ini masih belum akhir dari perjalanan ngeship mereka sih. Ga tau deh bertahan apa ngga nantinya. Kadang suka geli sendiri sih, namun ya gitu deh, hahahaa. Don't criticize me yaaa..pisss 😆
Di saat mati gaya mau nulis apa, disitulah muncul ide nyari quotes yang mau dishare. Dan yang terlintas adalah quotes :

"Character is how you treat others who can do NOTHING for you"

Sekian

(dikutip dari https://www.google.com/amp/s/silviapencak.com/top-leadership-quotes/amp/)
Minggu ini adalah minggu yang ditunggu-tunggu dan akhirnya datang juga. Adek iparku nikah setelah sebelumnya sempat menjalani pertunangan di Pekanbaru. Berhubung keluarga CPW dari Jakarta jadilah kami berombongan keluarga CPP ke Jakarta untuk menunaikan acara tersebut.

Ini adalah kali pertama anak kicik dibawa naik pesawat dan nginep di hotel setelah dia sadar hidup dan ngeh dengan sekeliling 😅. Sempat kuatir waktu flight ke Jakarta sore hari apakah berjalan lancar. Alhamdulillah kebantu karena udah jamnya dia bobok jadi di pesawat bisa bobok juga walaupun sempet ihik2 di 10 menit pertama.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan yang cukup macet dari bandara ke hotel. Alhamdulillah kebantu juga dia sempet bobok lagi di taksi. Jadi sepertinya besok-besok klo mau milih flight mending malam kayaknya yah.

Trus nginep di hotel itulah yang agak pe er. Karena lama tidur pindah-pindah, sampai di hotel dia terang benderang. Mungkin baru sekitar dua jam kemudian doi berhasil bobok lagi. Dia terlalu excited dengan tempat baru dimana bisa liat Tayo alias Bis Transjakarta dari jendela hotel. Alhamdulillah ngga yang cranky karena harus bobok di tempat baru sih. Bisa lah berarti besok-besok diulangi lagi *kode emaknya buat liburan lagi ini mah 😆



Malam minggu bagi yang bertempat tinggal di daerah sub urban adalah ke mall terbesar disitu yang mana cuma satu-satunya atau pilihannya sangat terbatas, dengan luas lahan parkir yang tidak seberapa jadi bikin antri panjang untuk sekedar ngemall. Dan di dalam mall pun ramai sekalii.

#postingan yang lebih mirip postingan instagram dengan caption meracau 😆



Sebagai bukibuk yang punya anak kicik dirumah yang mulai aktif dan perlu dikasi mainan yang mulai beragam, beberapa waktu belakangan saya mulai melirik account-account IG yang menyewakan mainan anak. Awalnya liat dari temen yang rumahnya full mainan. Mulai dari paling printil sampe paling gede ada semua. Rupanya untuk beberapa mainan gede dia sewa dari tempat persewaan dengan pertimbangan anak kecil gampang bosen. Daripada beli mainan mahal yang cuma kepake sebentar, mending sewa aja untuk beberapa waktu.

Trial pertama sewa playhouse. Ekspektasi berlebihan sih, dikira kalo anak kecil udah bisa jalan bakal seneng main yang beginian. Padahal keseimbangan aja baru belajar haha. Swingnya fix ga kepake karena anaknya takut jatuh. Perosotan pun demikian, malah anaknya suka naik dari bawah doang. Palingan mau merosot kalo dipangku which is emaknya ikutan perosotan 😅. Si playhouse resmi jadi sarang nyamuk doang.


Belajar dari pengalaman akhirnya sewa ride on ajalah yang bisa dibuat keliling rumah daripada playhouse yang meger-meger di pojokan ruang tamu. Jadilah sewa si Tayo ini. Rupanya anak kicik senang kali sama si Tayo. Alhamdulillah ngga zonk.


Setelah sebulan nyoba ah yang lain. Siapa tau bosan. Akhirnya coba ganti si Poli. Eh ternyata salah perkiraan. si Poli ini lebih kecil dari Tayo doong..jadinya anaknya agak kesempitan 😆. Cukup aja sih sebenernya tapi ngga selega Tayo. Dan kayaknya rodanya agak ga sinkron sih jadinya si Poli ngga fully utilized juga haha. Ntar deh nunggu selese sewanya nyoba yang lain lagi. Intinya sih buat bukibuk macam aku, sewa mainan anak jadi opsi oke biar si anak ga bosen main itu-itu aja tanpa kuatir harus jebol kantong karena beli mainan baru.
Belakangan ada tren 10 years challenge di medsos yang bikin orang jadi berlomba untuk posting foto jadul sama jaman now. Rata-rata yang jaman sekarang makin kinclong sih. Yaiyalah..kalo ngga kinclong ngga mungkin dipost..eh..hahaha.

Tapi tren ini mau ngga mau akan bikin semua orang jadi ikutan nostalgia hidupnya masing-masing di 10 tahun yang lalu. Apa aja yang udah bikin dia di foto lama berubah menjadi foto baru. 10 tahun bukan waktu yang singkat gaes. Aku aja 10 tahun yang lalu masih kuliah semester 5-6 yang masa-masa masih main maksimal. Belum kepikiran akan menjalani hidup kayak sekarang..haha.

Nyambung ngga nyambung, aku jadi pengen nyanyi lagunya Keane (source :  https://www.azlyrics.com/lyrics/keane/everybodyschanging.html)

"Everybody's Changing"

You say you wander your own land
But when I think about it
I don't see how you can
You're aching, you're breaking
And I can see the pain in your eyes
Says everybody's changing
And I don't know why

So little time
Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing
And I don't feel the same

You're gone from here
And soon you will disappear
Fading into beautiful light
Cause everybody's changing
And I don't feel right

So little time
Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing
And I don't feel the same

So little time
Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing
And I don't feel the same

Oh, everybody's changing
And I don't feel the same
Rejeki kadang diidentikkan dengan yang namanya duit. Padahal rejeki belum tentu selalu berupa duit atau harta benda. Ada rejeki yang bukan berupa uang namun untuk mendapatkannya ada harga yang mahal luar biasa untuk dibayar atau bahkan ngga bisa dihargai dengan uang. Badan yang sehat, keluarga yang baik, tetangga yang baik, itu adalah hal yang bisa saja dialami tapi ngga dirasakan nikmatnya sebagai rejeki yang harus disyukuri setiap waktu.

Yah namanya manusia, pengen ini pengen itu, udah punya masih pengen yang lebih, kalo dituruti bisa ngga abis-abis. Manusia cenderung pengen sampai puncak, kalau sudah sampai puncak masih ada lagi yang lain-lain dicari. Dan jenisnya pun banyaaak sekali. Mungkin seumur hidup ngga akan cukup juga.

Namun rejeki untuk masih bisa merasakan nur yang ada di dalam dada, itulah nikmat yang tiada duanya. Apapun kondisinya. Fabi ayyi 'aalaa'i rabbikuma tukadzdzibaan
Dalam rangka mengganti acara berenang sama anak kicik yang batal waktu di Malang, akhirnya agenda renang baru bisa dilaksanakan pas tanggal 1 Januari kemarin. Kami memang ngga begadang merayakan tahun baru, jadi bangun pagi trus berangkat berenang ngga jadi masalah besar, kecuali kalo begadang trus paginya mbangkong semua ya, hahaha.

Beberapa hari sebelumnya saya browsing tempat berenang yang baby friendly di Surabaya Sidoarjo. Ternyata yang tingginya minimalis ngga semua tempat ada. Dari sekian banyak pilihan saya akhirnya menjatuhkan pilihan ke Sun City Waterpark yang ada kolam 20 cm nya. Kalau waktu di Malang sih saya cari yang kolam air hangat. Tapi berhubung Surabaya Sidoarjo panas yaudah lah yaa.

Tiket masuk liburan Nataru kemarin IDR 50rb per orang. Anak usia 2 tahun ke atas bayar penuh. Jam 8 pagi sudah buka, tapi saya lupa jam berapa tutupnya. Ada fasilitas loker IDR 10rb tarifnya. Pelampung donat besar ada juga sih tapi ngga nanya berapa tarifnya karena ngga mungkin juga kami pakai dengan anak kicik.

Kolam yang jadi tujuan tentu kolam anak-anak yang mungkin kedalamannya sekitar 40-50 cm. Kami bawa ban pelampung bayi sendiri. Namun mungkin lain kali kami perlu mencoba pakai pelampung bebek besar biar bisa ngambang sambil leyeh-leyeh anaknya.

Kami coba pindah ke kolam yang lebih dalam mungkin sekitar 1m. Tapi ternyata ini jadi kesalahan, karena anak kicik ga pede di kolam yang kakinya ngga napak. Jadilah doi nangis kejer dan dibawa lagi ke kolam anak jadi agak lama tenangnya dan mungkin jadi agak takut nyemplung kolam lagi. Takut ditipu di kolam dalam kali ya. Akhirnya kami mainnya ke kolam 20cm dan doi seneng banget main disitu. Di kolam itu ada pancuran 4 dan ujung-ujungnya kami jadi kayak mandi pakai shower di waterpark karena kebanyakan main di kolam cetek itu, haha.

Dan liburan main air hari itu berakhir dengan anak kicik pup di kolam sementara doi ngga dipakein pampers. Aaaaaaakkkk 😅



2 0 1 9 :

1. Renovasi rumah selesai, bisa pindah
2. Mulai hidup sehat
3. Mulai bergerak
4. Belajar home decor
5. Toilet training anak kicik
6. Holiday bertiga go somewhere
7. Belajar sabar
Beberapa minggu belakangan rasanya engap banget soal kerjaan. Karena satu dan lain hal bikin kerjaan jadi nano-nano belakangan ini, ditambah ada satu hal yang harus diurus ke bank bulak balik sehingga memakan waktu yang bikin waktu kerja ngga efektif. Long story short, I need some space for my personal reasons. Akhirnya terlintaslah ide kerja di coworking space.

Mungkin terdengar random sih ya, haha. Tapi aku butuh satu waktu yang ga diganggu siapapun di kantor dan konsen buat beresin beberapa list to do kerjaan dan my personal business. Akhirnya aku ngajuin cuti dan memutuskan untuk getaway ke coworking space. Hal ini didasari karena ga pengen kerja di kantor dan ga bisa kerja di rumah karena pasti keskip main sama bayik..hehe.

Pilihan pertama coworking space yang dicobain adalah Satu Atap. Petugasnya ramah sih. Aku nyobain jadi member dengan alasan sisa waktu bisa diakumulasi, jadi besok-besok kalo pengen getaway lagi bisa kesini. Cobain dulu kerja 6 jam disini.

Awalnya sih smooth. Namun kemudian ada suara orang jeduk2 memperbaiki sesuatu di atas. Ternyata ada satu bagian yang direnov di atas. Namun karena niat awalnya menyendiri, suara-suara ini lama-lama gengges juga. Jadilah kerja sambil nggerundel. Mau kabur juga nanggung karena sore udah ada janji ke RS. Yoweslah ditahanin sampai kelar.

Di samping ada semacam tenant-tenant penjual makanan ringan dan berat. Namun ternyata ngga sesuai harapan dan ada kucing yang ngikut di bawah meja..ergh. Trus di jam-jam terakhir ada nyamuk di meja 😑

Barusan kemarin aku nyoba tempat lain. Jadilah ke Sub Co di Spazio Building. Tempatnya formal sih, namun yang penting tenang dan nyaman. Bersih dan modern, dan juga tinggal sepelemparan batu dari mall. Ada area outdoor di bawah yang ngikut sama punya Spazio, lumayan buat stretching dan menghirup udara segar kalo udah bosen di meja. Mungkin lain waktu kalo mau kabur dari kantor bisa kesini lagi.

Ternyata ada gunanya juga getaway semacam ini. Buat aku sih ini penting buat recharge dan bernapas sejenak dari kondisi sehari-hari. Plus bisa ngurusin urusan pribadi tanpa ada rasa ngga enak ditanyain kiri kanan atau kedistract kerjaan ini dan itu 😄
Rencana playdate dengan temen kuliah sudah ada mulai lama, namun waktu dan tempat susah banget ketemuinnya. Akhirnya setelah bertaun lamanya direncanakan, berhasil juga playdate ke Kidzoona kemarin.

Kidzoona di hari libur sungguh seperti dawet sodaraaa. Dengan keterbatasan loker, tas-tas akhirnya bisa ditaruh begitu saja di atasnya. Dan kemarin yang paling bikin sebal adalah ada anak-anak usia SD yang main lari-larian dan battle pake sponge gede-gede sepanjang gagang sapu..alamaakk. Kan yang bayi dan balita jadi waswas gini emaknyaaa. Anak kicik merapat di kolam bola sih sebenernya udah cukup. Ngga perlu ke zona lain yang rawan kayak tadi. Tapi tetep aja sih..pemandangan yang rame dengan adanya gangguan-gangguan tadi cukup bikin sumpek.

Dan ternyata baru tau juga kalo jaman now traktiran ulang tahun ga cuma bisa traktir makan, namun juga bisa traktir main di kids playground macam Kidzoona ini 😆

Last but not least, poto dulu lah


Hari ini kebetulan mau ngajak anak kicik dan si bibik jalan-jalan makan bebek. Dan mas bojo punya ide gimana kalo ke Bangkalan makan bebek langsung di warung Bebek Sinjay yang asli. Jadilah agenda Hari Minggu berangkat pagi-pagi lewatin Suramadu untuk sarapan bebek 😆

Pulang dari Madura akhirnya si anak kicik bobok juga setelah heboh di perjalanan. Mau dengerin radio atau Spotify pasti gagal karena anak kicik lagi seneng-senengnya explore dashboard. Barulah setelah doi bobok kami bisa denger radio dengan proper.

Ada radio yang muterin lagu 90's up to now dan kebetulan tadi ada lagunya Rick Price yang Heaven Knows. To be honest aku anaknya agak jadul gaes, aku suka dengerin radio Kosmonita jaman SMP yang mana lagunya sering jaman old. Tahulah anak SMP juga masa alay taksir-taksiran. Jadi kayaknya kalo ada lagu jaman old suka jadi pengen ketawa kalo inget kebiasaanku di masa itu.

Nyari liriknya di Google dan sedih sendiri. Yang keinget adalah cerita pacar pramugari Lion Air yang jadi korban jatuh di Kep. Seribu kemarin. Mereka udah mau nikah tahun depan. Gimana hancurnya hati si pacar waktu denger berita itu yah? Huhu. Let's check it out

Heaven Knows
She's always on my mind
From the time I wake up 'til I close my eyes
She's everywhere I go
She's all I know
And though she's so far away
It just keeps gettin' stronger, every day
And even now she's gone
I'm still holding on
So tell me where do I start
'Cause it's breakin' my heart
Don't want to let her go
Maybe my love will come back some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find a way
Only heaven knows
And all I can do is hope and pray
'Cause heaven knows
My friends keep tellin' me
That if you really love her
You've gotta set her free
And if she returns in kind
I'll know she's mine
So tell me where do I start
'Cause it's breakin' my heart
Don't want to let her go
Maybe my love will come back some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find a way
Only heaven knows
And all I can do is hope and pray
'Cause heaven knows
Why I live in despair
'Cause wide awake or dreaming
I know she's never there
And all the time I act so brave
I'm shaking inside
Why does it hurt me so
Maybe my love will come back some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find a way
Only heaven knows
And all I can do is hope and pray
Maybe my love will come back some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find a way
Only heaven knows
And all I can do is hope and pray
'Cause heaven knows
Heaven knows
Heaven knows
Heaven Knows lyrics © EMI Music Publishing
Melanjutkan pengalaman naik angkutan umum, tahun ketiga saya bekerja di daerah bandara. Praktis motor dibawa ke tempat baru ini karena kendaraan umum susah sekali ditemui dan tidak ada akses yang cepat untuk masuk ke wilayah perkantoran di dalam bandara selain angkutan umum sejenis shuttle yang jam berangkatnya tidak pasti. Naik motor menjadi alternatif terbaik agar cepat dan tidak ribet sampai di kantor.

Ketika masih single, weekend adalah hari berkumpul dengan teman-teman. Kos yang menjadi basecamp waktu itu ada di Setiabudi. Saya menempuh perjalanan panjang cukup lama menggunakan KRL. Namun jika dibandingkan dengan naik bus, KRL relatif memudahkan karena kos saya dekat dengan stasiun. Dimulai dari parkir motor di Stasiun Tangerang lalu naik sampe Stasiun Duri. Kemudian transit naik KRL jurusan Jatinegara-Bogor yang melewati Stasiun Sudirman. Dari Sudirman jalan kaki sampai Setiabudi. Mungkin sekali jalan dari Tangerang ke Setiabudi bisa sampai 2 jam perjalanan. Itulah kadang yang membuat perjalanan ke kota terasa penuh halang rintang 😅.

Sesekali saya berkunjung ke rumah kakak di Cikeas. Itu perjalanan dari barat ke timur yang cukup effort. Dulu ketika masih kos di belakang bandara saya naik bis Damri dong dari terminal di bandara. Setelah pindah ke Kota Tangerang saya ke Cikeas dengan cara seperti rute tadi tapi dari Stasiun Sudirman naik Kopaja 19 ke Plasa Semanggi lalu lanjut bis Mayasari Bakti jurusan Cileungsi. Kadang kalau sudah menempuh perjalanan seperti itu lalu di bis ada pengamen yang menyanyikan lagu dengan syahdu rasanya bawaannya mellow deh. Semacam kenapa aku ada di sini, sendirian, jauh dari siapa-siapa, agak lebay si, tapi itulah adanya 😅. Sampai di Cikeas rasanya super capek deh 😆.

Pernah di beberapa bulan sebelum menikah saya kontrak di daerah Ciputat dekat Bintaro. Rutenya lebih ekstrim lagi kalau mau ke Cikeas. Dari kontrakan naik angkot atau motor ke Stasiun Sudimara atau Jurangmangu. Naik KRL jurusan Serpong-Tanah Abang turun di Tanah Abang. Turun Sudirman, naik Kopaja 19 ke Plasa Semanggi. Lalu naik Mayasari Bakti ke Cikeas. Yang bikin usaha adalah naik bis dari Tanah Abangnya karena harus bergumul dengan emak-emak dengan bawaan segambreng. Pernah bapak ibu sedang berkunjung ke kontrakan di Jakarta dan diantar suami ke Cikeas. Pulang-pulang mas bojo cerita kalau mereka tegang sepanjang perjalanan dan bolak-balik komentar kalau saya kasihan hidup di Jakarta dengan kondisi jalanan dan transportasi yang jauh kemana-mana, hahaha. Setelah itu mereka ngga pernah ke Jakarta sama sekali, ngga enak katanya 😆

Well setelah pindah dari ibukota memang saya tidak pernah berpetualang naik transportasi umum sih. Lebih dikarenakan karena ketika saya pindah, transportasi online sudah menjamur dan mudah diakses dari mana-mana untuk ke mana-mana. Mungkin kalau belum ada transportasi online akan ada tulisan Part Four kali yah 😄. Paling ke Malang dengan bis atau kereta Penataran yang relatif masuk akal jarak tempuh dibandingkan waktu tempuhnya. Jadi petualangan ngangkot ngereta ngebis yang aneh-aneh sudah cukup di masa rantau yang lalu lah ya 😅.
Gegara sekarang udah ada anak kecil di rumah, mulailah berburu lagu anak buat diputerin di TV biar ngga terbiasa pegang-pegang HP. Dari beberapa pengalaman sodara yang punya anak kecil, once mereka dikenalin HP dengan intens, pasti bakal susah banget lepasnya. Karena itu buat si anak kicik kami juga berusaha untuk ngga kenalin dia dengan HP sedari dini. Memang tidak bisa 100 persen, tapi setidaknya berusaha diminimalisir lah.

Yang sekarang sedang jadi idola adalah lagu Johny Yes Papa. Ini pun taunya juga gara-gara keponakan muterin lagu ini di rumah buat Risyad. Walhasil carilah lagu ini di Youtube dan didownload serta diputerin di TV pakai flashdisk. Lumayan buat alternatif tontonan Risyad daripada diputerin si bibik sinetron azab muluk.

Kurang lebih seperti ini liriknya :

Johny, Johny,
Yes papa?
Eating sugar?
No papa.
Telling lies?
No papa.
Open your mouth.
Ha ha ha!

(source : Wikipedia)
Keponakanku datang menginap ke rumah weekend ini. Kebetulan doi mahasiswa semester akhir yang sudah jarang jadwal kuliahnya. Lumayan banget buat nemenin si bibik biar ngga bosen di rumah. Si bibik biar hepi dan ada temen ngobrolnya.

Si keponakan adalah mahasiswi jurusan Bahasa Indonesia. Ada satu lagi keponakan yang ambil jurusan sama tapi baru masuk kuliah. Just wonder sih, apa yang bakal aku hadapi kalau aku memilih jadi mahasiswi jurusan yang sama yah? Mungkin aku akan sangat sering berhubungan dengan majas, karya sastra, istilah kebahasaan semacam diksi dkk yang mengingatkan pelajaran Bahasa Indonesiaku waktu SMA 😆. Pelajaran Bahasa Indonesia waktu itu justru jadi mata pelajaran cukup menegangkan karena guru yang mengajar punya standar cukup tinggi. Sistem pembelajaran dan soal-soalnya sophisticated, Bahasa Indonesia terasa jadi pelajaran yang sama susahnya seperti pelajaran ilmu pasti macam matematika fisika dan kimia 😑.

Sekalipun begitu, ada satu puisi di buku pelajaran Bahasa Indonesia waktu itu yang cukup iconic dan membekas di hati karena isinya menurutku dalam dan patut direnungkan. Di tengah dunia orang dewasa yang saat ini sudah mulai dijalani dan dirasakan asem manisnya, lirik-lirik puisi ini cukup menyentuh dan patut diambil hikmahnya.

Menyesal

oleh: Ali Hasjmi

Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di pagi hari
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta
Ah apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma
Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan di pagi hari
Menuju arah padang bakti
Akhirnya hari ini menjadi harinya. Ya, hari H si anak kicik dibawa ke Sidoarjo untuk tinggal bersama bapak ibuknya. Hari yang bersejarah mengingat kami sudah 15 bulan tidak tinggal bersama.

Hari ini kami bertiga bersama si bibik dan ibu mertua ke Sidoarjo dalam rangka pindahan. Ibu mertua sengaja ikut untuk mendampingi bibik agar tidak kaget dan mulai terbiasa dengan ritme keseharian kami. Bibik selama ini di rumah ibu mertua dengan squad yang cukup banyak. Ada bapak dan ibu mertua, anak kicik, dua keponakanku yang sudah kuliah, dan ada ART yang datang pagu pulang sore. Pagi siang masih ada ibu mertua dan mbak ART. Malam hari komplit. Masih ada beberapa orang yang bisa bahasa Sasak seperti si bibik. Itu akan sangat berbeda dengan keseharian si bibik nantinya. Aku dan si bapak kerja, si bibik berdua dengan anak kicik sehari-hari.

Kami berangkat jam 10 pagi alhamdulillah lancar. Tapi si bibik mellow bombay waktu pamitan sama dua keponakanku karena selama ini mereka sangat dekat. Begitu sampai rumah di Sidoarjo ibu dan si bibik langsung masak beberes dan ngepel rumah. Sementara aku bertiga kabur ke Super Indo dengan alibi cari beras 😅. Si anak kicik hepi dengan rumah dan suasana baru, alhamdulillah ngga muram.

Anak kicik muteerrrr terus dan dia baru tertidur jam 8 malam. Padahal dari sore baterainya yang tua udah kembang kempis, apalagi setelah mengalami perjalanan panjang berliku dan aktifitas yang cukup menguras energi di rumah. Welcome my boy dan bibik! Semoga si bibik betah dirumah ikut aku yahhhh



Setelah kuliah semester 1 naik angkot dengan konsekuensi pengeluaran membengkak akibat tarif yang dikenakan tidak lagi anak sekolah, tibalah saatnya saya naik motor sebagai alat transportasi. Itu dilakukan sejak semester 2 sampai lulus kuliah. Terbukti setelah naik motor pengeluaran berkurang drastis, namun sebenarnya alokasi lain yang bertambah, yaitu munculnya kredit sepeda motor.

Lulus kuliah saya kerja di Jakarta dan berkenalan dengan banyak jenis angkutan umum yang sangat bervariasi, mulai dari bis, KRL, ojek, bajaj, kopaja, metromini, taksi, dsb. Tahun pertama saya menjadi pelanggan setia kopaja 19 trayek Tanah Abang-Ragunan yang melewati kos di Bendungan Hilir dan kantor di Sudirman. Jaraknya sangat dekat, namun tidak mungkin juga jalan kaki (walaupun pernah dicoba dan itu cukup bikin jadi olahraga malam waktu itu). Trayek ini cukup banyak diminati, jadi ketika pulang tenggo, malah harus berebut untuk bisa masuk kopaja. Seringkali saya naik kopaja ini berdiri, baik berdiri di dalam atau di pintu kopaja. Untuk beberapa hal, saya lebih suka jika berdiri di pintu saja karena hemat waktu untuk naik dan turun 😆. Saya menggunakan kopaja selama 2 tahun pertama bekerja, untungnya mostly saya di luar kota, jadi tidak setiap hari juga berebutan kopaja dan berdiri di pintu kopaja.

Alternatif lain adalah menggunakan bus transjakarta. Trayeknya adalah Blok M-Kota. Namun jika naik bus ini selain lebih mahal (waktu itu kopaja 2.000 rupiah dan bus transjakarta 3.500 rupiah), setiap naik dan turun bus kami harus jalan dari pinggir jalan ke halte. Itu cukup menyita waktu dan tenaga, belum lagi kalau berangkatnya mepet. Berati harus lari-larian di saat orang lain jalan normal.

Sesekali saya ke tempat lain menggunakan metromini atau KRL. Di situlah seninya mencari alternatif transportasi. Tahun ketiga dan seterusnya saya pindah tempat kos dan petualangan mencari angkutan umum tetap tidak terganti.